INFO TERKINI BERAU, Berau – Tingkat keterisian penumpang (load factor) yang cukup tinggi pada rute penerbangan Samarinda (Bandara APT Pranoto/AAP) menuju Berau (Bandara Kalimarau/BEJ) menunjukkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur. Dengan waktu tempuh sekitar satu jam, rute ini menjadi jalur transportasi yang efektif dalam mendukung aktivitas ekonomi, bisnis, pemerintahan, hingga sektor pariwisata, baik di tingkat provinsi maupun di Kabupaten Berau.
Berdasarkan hasil analisis di lapangan, tren kunjungan wisata ke Kabupaten Berau terus mengalami peningkatan. Pertumbuhan wisatawan domestik maupun mancanegara dinilai menjadi indikator semakin berkembangnya sektor pariwisata di wilayah pesisir timur Kalimantan tersebut.
Melihat kondisi tersebut, muncul peluang untuk mengembangkan konektivitas udara melalui penyesuaian rute penerbangan menjadi Samarinda–Maratua–Berau dan Berau–Maratua–Samarinda. Skema ini dinilai mampu memperluas akses menuju Pulau Maratua tanpa mengurangi peran Bandara Kalimarau Berau sebagai pintu gerbang utama destinasi wisata di kawasan tersebut.
Apabila rute tersebut dapat direalisasikan, masyarakat dan wisatawan dari Samarinda akan memperoleh akses yang lebih mudah dan efisien menuju Pulau Maratua. Di sisi lain, wisatawan yang telah menikmati keindahan Maratua juga dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata unggulan lainnya di Kabupaten Berau maupun wilayah Kalimantan Timur melalui Bandara APT Pranoto Samarinda.
Pengembangan konektivitas udara ini diharapkan mampu menciptakan jaringan antardestinasi wisata yang lebih terintegrasi, meningkatkan daya saing sektor pariwisata Kalimantan Timur, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi, serta kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata dan jasa transportasi udara.
Editor : Ira Sopa MS










