Berau  

Festival Bekudung Betiung Kembali Digelar, Tradisi Sakral Dayak Ga’ai Hadir di Tumbit Dayak

INFO TERKINI BERAU, Sambaliung – Festival Bekudung Betiung dipastikan kembali digelar di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, pada 24 hingga 30 Juni 2026. Tradisi tahunan masyarakat adat Dayak Gaai itu menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang terus diwariskan lintas generasi.

 

Bekudung Betiung dikenal sebagai ritual adat sakral yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat. Bekudung dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur setelah musim panen, sementara Betiung menjadi prosesi adat yang menandai perjalanan seorang pemuda menuju kedewasaan melalui berbagai tahapan simbolik.

Baca Juga :  Asisten I Hadiri Pelantikan Pengurus Yayasan Pendidikan dan Sosial Izzatul Ummah dan Ponpes Daarur Rohmah

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan pelaksanaan festival sepenuhnya berasal dari inisiatif masyarakat adat bersama Pemerintah Kampung Tumbit Dayak.

 

“Upacara adat Bekudung Betiung merupakan acara yang digagas dan dilaksanakan oleh masyarakat adat dan Pemerintah Kampung Tumbit Dayak sebagai upaya mempertahankan tradisi mereka,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, pembentukan panitia hingga pelaksanaan kegiatan dilakukan langsung oleh masyarakat kampung tanpa campur tangan teknis dari pemerintah daerah.

Baca Juga :  Kwartir Cabang (Kwarcab) Gelar Kemah Bhakti Pramuka Dalam Rangka HUT Pramuka Ke-64 Tahun 2025

 

“Mereka yang langsung membentuk panitianya, bukan Disbudpar,” katanya.

 

Meski tidak terlibat dalam kepanitiaan, Disbudpar Berau tetap memberikan dukungan melalui bantuan anggaran yang telah diprogramkan dalam APBD 2026 untuk menunjang pelaksanaan kegiatan adat tersebut.

 

“Disbudpar mendukung acara ini dan ada memberikan dana bantuan yang sudah diprogramkan dalam anggaran 2026 ini,” tegas Yudha.

 

Selain dukungan pemerintah, kebutuhan pelaksanaan festival juga dibantu melalui swadaya masyarakat dan partisipasi CSR perusahaan di sekitar wilayah kampung.

Baca Juga :  Transparansi Maratua Fest Dipertanyakan, Visi Parawisata Hijau Berau Dipertanyakan

Rep : Suci

Editor : Achmad Ramadhon