Pelatihan Bersama Fair Work Monitor (FWM) DPC F-HUKATAN KSBSI Berau dan DPC F-HUKATAN KSBSI Kutim. untuk Perjuangan Kerja Layak Berbasis Data

INFO TERKINI BERAU.COM – Tanjung Redeb , 1 Juni 2025 — Sebanyak 32 peserta dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) F-HUKATAN KSBSI Berau dan Kutai Timur (Kutim) mengikuti Workshop Fair Work Monitor Facilitator Training yang di selenggarakan di Hotel Palmy, Berau, Kalimantan Timur, pada 30 Mei hingga 1 Juni 2025. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) F-HUKATAN KSBSI dan CNV International (serikat buruh belanda) yang merupakan mitra HUAKATAN.

Ketua DPC F-HUKATAN KSBSI BERAU BUDIMAN SIRINGO-RINGO sekaligus ketua panitia acara Menyampaikan Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas serikat pekerja dalam memantau dan memperjuangkan kondisi kerja yang adil dan layak di sektor kelapa sawit. Peserta terdiri atas gabungan 29 laki-laki dan 5 perempuan, yang merupakan kader serikat dari dua wilayah penting di Kalimantan Timur, Menganalisa sejauh mana keberhasilan Serikat Buruh HUKATAN selama ini dalam meningkatkan kesejahteraan buruh khusus nya di sektor kami yakni sektor PERKEBUNAN KELAPA SAWIT, dan dari hasil Survey ini kedepan nya bisa menjadi tolak ukur di sisi mana yang menjadi kekurangan agar kedepan nya harus lebih di tingkatkan lagi sesuai aturan yang berlaku..

Baca Juga :  Ketua Kwarcab Berau Syarifatul Sya'diyah Pimpin Langsung Kegiatan Perkemahan Di Mayang Mangurai II

Kegiatan ini mendapat sambutan langsung dari Ketua Umum DPP F-HUKATAN KSBSI, Ibu Nursana Marpaung, yang menegaskan pentingnya Fair Work Monitor sebagai alat strategis dalam memperjuangkan kerja layak berbasis data.

“Dengan data yang dikumpulkan melalui riset ini, kita akan lebih memahami bagaimana kondisi kerja yang adil dan bagaimana memantau serta memperjuangkannya,” ujar Nursanna Marpaung dalam sambutannya.

Ketua DPC F-HUKATAN KSBSI Berau Budiman Siringo-ringo Sebagai tuan rumah Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh DPP F-HUKATAN KSBSI dan CNV Internationaal untuk menyelenggarakan kegiatan berskala nasional ini di Berau.

“Kami merasa terhormat menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas serikat pekerja. Pelatihan ini sangat penting bagi perjuangan kita di lapangan, terutama dalam memastikan data kondisi kerja bisa menjadi dasar perjuangan yang kuat,” ungkap Ketua Panitia.
“Perjuangan menuju upah layak dan kondisi kerja yang adil harus berbasis data, dan Fair Work Monitor menjadi instrumen penting untuk itu,”

Baca Juga :  HUT KE-18 AREMA BERAU, SYARIFATUL TEKANKAN PERSAUDARAAN DAN KEPEDULIAN DI TENGAH BANYAK BENCANA

Pihak konsultan pelatihan dan Narasumber dari CNV internasional Henri Sitorus menaympaikan Teknologi Pemantauan Kerja Layak
Fair Work Monitor adalah alat survei digital yang digunakan untuk mengumpulkan data kondisi kerja secara anonim, mencakup aspek upah, jam lembur, biaya hidup, kesetaraan gender, dan lainnya. Hasil dari survei ini akan menjadi alat advokasi yang kuat dalam negosiasi dengan perusahaan, pemerintah, maupun lembaga sertifikasi seperti RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Pelatihan teknis dan strategi pemanfaatan data dalam Fair Work Monitor disampaikan oleh Hendri Sitorus, Konsultan CNV Internationaal, serta Nursana Marpaung dan Sahasy.

Antusiasme Peserta
Selama tiga hari pelatihan, para peserta terlibat aktif dalam diskusi dan simulasi, menunjukkan komitmen tinggi untuk menerapkan Fair Work Monitor di lingkungan kerja mereka. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat peran serikat pekerja kelapa sawit dalam memperjuangkan kondisi kerja yang lebih adil, layak, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dinas Sosial Berau Salurkan Bantuan Sosial Bagi Lansia Dan Anak Yatim Piatu

Kegiatan ini juga menjadi momen penting dalam membangun sinergi antara struktur DPC di daerah dengan DPP dan mitra internasional, serta memperkuat posisi pekerja di level nasional dan global.