INFO TERKINI BERAU , TANJUNG REDEB – Perum Bulog Kantor Cabang Berau memastikan ketersediaan komoditas pangan utama, khususnya beras dan minyak goreng, berada dalam kondisi aman guna memenuhi lonjakan permintaan menjelang hari raya dan rangkaian hari libur nasional. Langkah taktis terus dijalankan melalui penguatan stok dan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Kepala Bulog Cabang Berau, Denny Hart Indriantoro, menegaskan bahwa ketahanan pangan di wilayah hukum Kabupaten Berau saat ini sangat mencukupi. Berdasarkan data persediaan terbaru, stok komoditas minyak goreng dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga tiga bulan ke depan, sementara cadangan beras memiliki ketahanan yang jauh lebih panjang.
“Kali ini penyaluran beras dan minyak—mungkin kalau minyak yang lebih diminati sekarang ya karena minyak sedikit langka ya. Tapi tenang, untuk minyak ketahanan stok kami bisa sampai mencapai 3 bulan, itu aman. Untuk beras, selama setahun setengah aman untuk wilayah Berau,” ujar Denny saat dikonfirmasi mengenai kesiapan pangan daerah.
Guna meredam potensi lonjakan harga, Bulog Berau bergerak cepat dengan mengintensifkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) atau operasi pasar. Program pemukul harga ini dilaksanakan secara terpadu melalui sinergi lintas sektoral bersama Pemerintah Kabupaten Berau serta jajaran aparat TNI-Polri.
“Jadi, kita juga makin gencar ibaratnya untuk penyaluran melalui GPM bersama Dinas, terus maupun dari Polres dan teman-teman Dandim. Itu. Jadi, semuanya insyaallah aman, stok kita juga aman,” kata Denny menambahkan terkait komitmen instansinya dalam mengawal stabilitas pasar.
Terkait pergerakan harga di pasar domestik, Denny tidak menampik adanya indikasi kenaikan tipis pada komoditas beras. Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga berkisar antara 2 hingga 3 persen tersebut masih berada dalam batas kewajaran dan dipicu oleh siklus musiman akibat berakhirnya masa panen.
“Ada kenaikan sedikit untuk di komoditi beras. Kalau minyaknya cenderung stabil, masih. Ah cuma naik berapa ya, cuma enggak sampai 5% lah. Paling cuma 2 atau 3% aja, heeh. Cuman makanya saya bilang masih indikasi cenderung, kerap, kan. Jadi, mungkin wajar ya mungkin karena panen sudah habis, jadi warga mungkin mulai cari-cari beras,” tuturnya secara rinci.
Untuk menjaga kekuatan stok nasional di daerah, Bulog Berau mengandalkan pasokan dari hasil serapan petani lokal Berau serta pengiriman berkala dari Sulawesi. Saat ini, sebanyak 750 ton beras tambahan asal Sulawesi dilaporkan sedang dalam perjalanan laut menuju Berau untuk memperkuat basis cadangan pangan.
Sebagai langkah jangka panjang untuk meningkatkan daya tampung, pihak Bulog juga tengah memproses administrasi penambahan satu unit gudang baru di kawasan PT Bias, Gunung Tabur. Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu mengoptimalkan distribusi logistik pangan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
“Dua unit gudang aja sudah cukup setahun, apalagi tambah satu unit lagi. Jadi kalau misalnya ini, supaya harapan kami kan juga masyarakat mulai yang dari hulu maupun pesisir juga semua tercukupi lah,” ungkap Denny optimistis mengenai perluasan kapasitas gudang tersebut.
Menanggapi adanya dinamika harga eceran, Denny mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan konsumsi beras program Stabilisasi Pangan dan Harga Pokok (SPHP). Beras kualitas medium kemasan kuning ini dilepas dari gudang seharga Rp11.300 per kilogram dengan patokan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pedagang maksimal Rp13.300 per kilogram.
“Kalau yang dari kita patokannya 13.300 itu maksimal. Kalau dari Bulog ke rekan-rekan mitra-mitra kami, setelah mitra-mitra kami baru ke umum, pasaran umum, ke warga, ke “end user”. Jadi, kalau misalnya itu sudah kami arahkan, sudah kami edukasi agar tidak melebihi HET, Harga Eceran Tertinggi,” pungkasnya secara tegas menutup wawancara.
Reporter : Bima & Suci
Editor : Andhika H


