INFO TERKINI BERAU || Berau – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau, H. Didi Rahmadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan internet, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah keterbatasan infrastruktur.
Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu 2021 hingga 2026, pemerintah daerah telah memasang sekitar 1.500 titik WiFi gratis yang tersebar di 100 kampung pada 13 kecamatan. Program ini difokuskan untuk mendukung pelayanan publik, khususnya di bidang pemerintahan kampung, pendidikan, dan kesehatan.
Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan blank spot di sejumlah wilayah. Menurutnya, jaringan yang dibangun pemerintah daerah bersifat terbatas karena hanya menggunakan sistem titik akses, bukan jaringan berbasis menara besar.
“Kondisi ini membuat jangkauan layanan belum maksimal. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari operator seluler,” kata Didi.
Ia berharap perusahaan telekomunikasi, termasuk Telkom dan operator lainnya, dapat memperluas pembangunan menara BTS serta meningkatkan kapasitas bandwidth di wilayah Berau. Dengan peningkatan tersebut, diharapkan cakupan jaringan semakin luas dan wilayah tanpa sinyal dapat diminimalkan.
Didi juga menjelaskan bahwa pembangunan BTS dan tower merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital. Hal ini membuat pemerintah daerah tidak memiliki ruang untuk melakukan pembangunan secara langsung.
Selain faktor kewenangan, tantangan lain yang dihadapi adalah kondisi wilayah dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit, sehingga kurang menarik bagi operator untuk melakukan investasi jaringan. Di sisi lain, keterbatasan akses listrik di beberapa daerah juga menjadi hambatan serius.
“Pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak bisa berdiri sendiri. Harus didukung dengan ketersediaan listrik, sementara di beberapa wilayah hal itu masih menjadi persoalan,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Pemkab Berau tetap berupaya menghadirkan layanan komunikasi yang merata. Selain menambah titik WiFi gratis, koordinasi dengan pemerintah pusat dan operator seluler terus dilakukan.
Didi menyebut, pihaknya telah mengajukan usulan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital agar dapat memberikan dukungan kepada operator dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Berau.
“Harapan kami, melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan operator, persoalan blank spot di Berau bisa segera teratasi,” tutupnya.
(Tim)














