INFO TERKINI BERAU, Biduk Biduk – Upaya memperkuat perlindungan penyu di Indonesia terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas para penggiat konservasi di lapangan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Coba Modul Penanganan dan Pendataan Penyu yang berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola kawasan konservasi, penyuluh, kelompok masyarakat, mahasiswa, serta mitra yang terlibat dalam upaya pelestarian penyu. Selama tiga hari, peserta memperoleh pembekalan melalui materi di kelas sekaligus praktik langsung di lapangan.
Pelatihan dibagi ke dalam dua kelas paralel, yakni penanganan penyu terdampar dan pendataan penyu. Pada kelas penanganan penyu terdampar, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai prosedur penanganan penyu yang ditemukan dalam kondisi sakit, terluka, maupun terdampar agar dapat dilakukan secara tepat sesuai kaidah konservasi.
Sementara itu, pada kelas pendataan penyu, peserta mempelajari teknik identifikasi, pencatatan data biologis, pemantauan aktivitas peneluran, hingga standar pendataan yang diperlukan untuk mendukung pengelolaan dan perlindungan populasi penyu.
Melalui kegiatan ini, KKP dan YKAN berharap kemampuan para pelaku konservasi semakin meningkat sehingga data yang dihasilkan menjadi lebih akurat dan penanganan terhadap penyu di lapangan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Reporter :Risno Kijai
Editor : M Romadhon
















