Minta Pengawasan Laut Diperketat, Praktik Bom Ikan Dinilai Ancam Ekosistem

INFO TERKINI BERAU, Talisayan – DPRD Berau masih monitoring adanya dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di sejumlah wilayah perairan. Aktivitas tersebut dinilai menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan ekosistem laut serta mata pencaharian masyarakat pesisir dalam jangka panjang.

 

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengatakan penggunaan metode tangkap yang merusak lingkungan tidak boleh dibiarkan terus berlangsung karena dampaknya tidak hanya mengurangi populasi ikan, tetapi juga merusak habitat laut.

 

Menurutnya, praktik bom ikan menyebabkan kerusakan besar pada biota bawah laut karena ikan berukuran kecil hingga terumbu karang ikut terdampak. Jika kondisi ini terus terjadi, ketersediaan hasil laut dikhawatirkan semakin menurun dan pada akhirnya merugikan nelayan sendiri.

Baca Juga :  Sakirman Dorong KONI dan Dispora Berau Perkuat Sinergi Jelang Porprov Kaltim 2026

 

“Kalau cara seperti ini terus dilakukan, tentu sumber daya laut kita bisa rusak. Yang terdampak bukan hanya hari ini, tetapi juga masa depan masyarakat pesisir,” ujarnya.

 

Ia mendorong pengawasan di kawasan perairan diperkuat agar aktivitas ilegal tersebut dapat ditekan. Meski demikian, ia mengakui pengawasan di laut bukan perkara mudah karena keterbatasan pemantauan terhadap aktivitas nelayan saat sudah berada di tengah perairan.

 

Subroto menjelaskan, ketika berangkat melaut para nelayan umumnya membawa perlengkapan yang terlihat biasa seperti alat pancing maupun jaring, sehingga sulit mengetahui metode apa yang benar-benar digunakan saat proses penangkapan berlangsung.

Baca Juga :  DPRD Berau Minta Fasilitas Wisata Ditingkatkan untuk Tarik Lebih Banyak Wisatawan

 

“Di lapangan memang sulit terpantau secara langsung karena aktivitas mereka berlangsung di laut terbuka. Itu sebabnya pengawasan harus lebih maksimal dan dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

 

Ia juga menyinggung perubahan kewenangan pengelolaan sektor kelautan dan perikanan yang kini lebih banyak berada di bawah pemerintah provinsi. Kondisi itu, menurutnya, membutuhkan koordinasi yang lebih kuat agar pengawasan tetap berjalan efektif.

 

Selain meminta aparat dan instansi terkait meningkatkan pengawasan, Subroto juga mengajak masyarakat nelayan untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut dengan meninggalkan cara tangkap yang merusak lingkungan.

Baca Juga :  DPRD Berau Awasi Proyek SMA Baru, Jangan Sampai Mangkrak Fasilitas

 

“Laut adalah sumber penghidupan masyarakat. Kalau dijaga bersama, manfaatnya juga bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (uci/adv)