Berau  

Sekda Berau Tekankan Akuntabilitas dalam Penyusunan HPS dan Spesifikasi Teknis

INFO TERKINI BERAU, TANJUNG REDEB – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Spesifikasi Teknis yang Akuntabel di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau, Selasa (5/5/2026).

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat integritas serta profesionalisme aparatur dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dalam sambutannya, Muhammad Said menegaskan bahwa sektor pengadaan barang dan jasa memiliki posisi vital sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh seberapa transparan dan efektifnya proses pengadaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Pengadaan barang/jasa pemerintah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik. Oleh karena itu, proses pengadaan harus dilaksanakan secara profesional, berintegritas, serta berpedoman pada prinsip efektif, efisien, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel,” ujar Muhammad Said saat membuka acara secara resmi.

Muhammad Said menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengadaan, terdapat dua elemen kunci yang tidak boleh diabaikan oleh para pejabat terkait, yakni penyusunan spesifikasi teknis dan perhitungan HPS. Keduanya merupakan fondasi agar sebuah kegiatan pengadaan dapat dipertanggungjawabkan baik secara teknis maupun hukum.

Baca Juga :  Empat Isu Strategis Jadi Tuntutan HMI Cabang Berau ke DPRD

“Dalam konteks tersebut, terdapat dua aspek fundamental yang tidak dapat dipisahkan, khususnya pada pengadaan jasa konstruksi, yaitu penyusunan spesifikasi teknis dan perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (HPS),” tegasnya di hadapan para peserta Bimtek.

Ia mengingatkan agar penyusunan spesifikasi teknis harus dilakukan dengan sangat cermat tanpa ada tendensi memihak pada produk atau penyedia tertentu. Hal ini penting untuk menjaga iklim kompetisi yang sehat di antara pelaku usaha, sehingga pemerintah mendapatkan kualitas pekerjaan yang maksimal.

“Spesifikasi teknis merupakan dasar utama dalam menentukan kebutuhan. Spesifikasi yang disusun harus jelas, terukur, tidak diskriminatif, dan tidak mengarah pada produk atau penyedia tertentu. Spesifikasi yang baik akan membuka ruang persaingan yang sehat serta menjamin kualitas hasil pekerjaan,” tambahnya.

Terkait perhitungan HPS, Muhammad Said menekankan bahwa setiap angka yang diajukan harus memiliki dasar data yang kuat dan objektif. HPS tidak boleh sekadar menjadi alat formalitas anggaran, melainkan harus berfungsi sebagai pengendali biaya yang akurat sesuai dengan kondisi pasar terkini.

Baca Juga :  Forum Otomotif Pemuda Pancasila Berau Jadikan Agenda Rutin Kejuaraan Drag Race Untuk Mengurangi Aktivitas Balap Liar

“HPS merupakan representasi dari kewajaran harga atas pekerjaan yang akan dilaksanakan. HPS harus disusun secara cermat, berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dengan demikian, HPS tidak hanya menjadi alat pengendali anggaran, tetapi juga instrumen penting dalam menjaga akuntabilitas,” paparnya lebih lanjut.

Selain penguatan pada sisi manual, Sekda juga mendorong para peserta untuk segera beradaptasi dengan sistem digitalisasi pengadaan yang terus berkembang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penguasaan terhadap aplikasi katalog elektronik versi terbaru untuk memudahkan transaksi pengadaan secara transparan.

“Melalui pelatihan ini saya berharap Bapak/Ibu dapat menguasai penggunaan katalog elektronik versi 6, serta memperkuat profesionalisme dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah,” harap Muhammad Said kepada seluruh peserta pelatihan.

Mengakhiri arahannya, Muhammad Said mengajak seluruh jajaran aparatur untuk memanfaatkan momentum Bimtek ini sebagai ajang untuk saling berbagi pengalaman dan memecahkan kendala teknis yang ada di lapangan. Ia berharap ilmu yang didapat segera diaplikasikan di instansi masing-masing guna mencegah terjadinya kesalahan prosedur di masa mendatang.

Baca Juga :  VIRAL!!! ‎PEJUANG SIGAP DI GIRING KE MAPOLRES BERAU TERSANDUNG KASUS PEDOFIL.  ‎

“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan serta berbagi pengalaman. Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bimtek ini secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya menutup sambutan.

 

(Tim/adv)