Wacana Titik Baru CFD Mengemuka, Simpang Kantor Bupati Dinilai Layak Jadi Ruang Publik Akhir Pekan

INFO TERKINI BERAU || BERAU – Antusiasme warga terhadap Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Ahmad Yani setiap akhir pekan memunculkan gagasan baru di kalangan legislatif. Anggota DPRD Berau, Sakirman, mendorong agar pemerintah daerah mempertimbangkan pembukaan lokasi CFD tambahan di sekitar simpang empat lampu merah dekat Kantor Bupati dan Taman Cendana.

 

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat di CFD yang sudah berjalan menjadi indikator bahwa ruang publik terbuka masih sangat dibutuhkan. Ia menilai kawasan perkantoran tersebut memiliki akses yang luas dan representatif untuk menampung aktivitas warga di akhir pekan.

 

“Kalau melihat ramainya CFD sekarang, artinya masyarakat memang butuh ruang bersama. Kawasan dekat Kantor Bupati itu cukup strategis dan bisa menjadi alternatif,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Berau Ingatkan Antisipasi Lonjakan Sampah di Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran

 

Sakirman menilai, keberadaan titik kedua tidak sekadar memindahkan keramaian, tetapi memperluas pilihan bagi warga dari berbagai penjuru kecamatan. Lokasi tersebut dinilai lebih mudah dijangkau masyarakat yang selama ini harus menuju tepian kota untuk mengikuti CFD.

 

Lebih dari sekadar ajang olahraga, ia melihat kegiatan bebas kendaraan itu sebagai ruang sosial yang hidup. Warga bisa memanfaatkannya untuk senam bersama, pertunjukan seni komunitas, diskusi terbuka, hingga aktivitas keluarga di ruang terbuka hijau.

 

“CFD bukan hanya soal jalan ditutup, tapi bagaimana ruang itu dihidupkan dengan kegiatan positif,” katanya.

 

Dari sisi lingkungan, pembatasan kendaraan pada jam tertentu dinilai turut memberikan dampak terhadap kualitas udara, meski dalam skala terbatas. Namun, yang tak kalah penting, kata dia, adalah membangun budaya kota yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Baca Juga :  Fraksi PKS Kaltim Ikuti Bimtek DPRD Se-Kalimantan,Sumadi : Perkuat Sinergi dan Kapasitas Pelayanan Publik

 

Ia juga menyinggung potensi ekonomi yang dapat tumbuh seiring pembukaan titik baru. Pelaku UMKM dinilai bisa memperoleh peluang usaha tambahan jika difasilitasi dengan baik. Untuk itu, ia mendorong instansi terkait melakukan pendataan serta penataan lapak agar tertib dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.

 

“Kalau dikelola serius, ini bisa jadi ruang ekonomi rakyat sekaligus tempat rekreasi,” tambahnya.

 

Sakirman menekankan bahwa wacana tersebut perlu dibahas bersama Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian, terutama terkait rekayasa lalu lintas dan pengamanan. Aspek kebersihan juga menjadi perhatian agar kegiatan tidak menimbulkan persoalan baru.

 

Ia berharap pemerintah daerah membuka ruang dialog dengan masyarakat sebelum memutuskan lokasi baru CFD, sehingga konsep yang dihadirkan benar-benar sesuai kebutuhan warga.

Baca Juga :  Ingin Ekraf Jadi Pilar Baru Ekonomi Berau, DPRD Minta Dukungan Nyata dan Berkelanjutan

 

“Intinya kita ingin kota ini punya lebih banyak ruang sehat untuk masyarakat. Kalau dikelola baik, manfaatnya bisa dirasakan semua,” pungkasnya.

(suc/adv)