INFO TERKINI BERAU.COM || SURABAYA || Tiga Mediator Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Berau bersama Direktur PPHI Agatha Widianawa, Koord.PPHI Ibu Wiwik Wisnu Murti MHI Ahli Madya,Wahyu Wartono,S.H.M.Hum, Hakim Ad Hoc PHI PN Kota Surabaya,Alif Jogan,ST.S.H.M.H Praktisi Ketenagakerjaan, Handoko Suseno,S.H.M.H Plt.Kanit Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur(Dok Istimewa).
Pemerintah pusat terus berupaya memperkuat fondasi hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di seluruh daerah Indonesia.
Salah satu langkah strategis dilakukan lewat kegiatan Penguatan Keahlian Mediasi Perselisihan Hubungan Industrial Bagi Mediator Hubungan Industrial, yang dilaksanakan di Surabaya, Rabu (28/7/2025).
Kegiatan nasional tersebut dibuka oleh Direktur PHI diwakili oleh Ibu Muja,S.H Sub.Koord.PPHI yang menyampaikan arahan penting kepada seluruh peserta, khususnya para pejabat mediator hubungan industrial dari berbagai daerah.
“Mediator adalah ujung tombak dalam menjaga kestabilan dan keharmonisan hubungan industrial.
Peran mereka sangat strategis dalam mencegah dan menyelesaikan konflik antara pekerja dan pengusaha. Karena itu, kapasitas mereka harus terus diperkuat,”
Pemerintah Kab.Berau turut ambil bagian dalam agenda penting ini dengan mengirimkan Tiga pejabat Mediator Hubungan Industrial, yakni Adji Lydia Arlini,S.H, Tommy Nanna,S.H. dan Ririn Nisfuanna,S.H.
Dimana ketiga Mediator HI ini di undang oleh Kemnaker melalui Disnakertrans Prov.Kaltim untuk mengikuti kegiatan bersama dengan Mediator se Wilayah Kalimantan.
Mereka bergabung bersama peserta lainnya yang memiliki peran serupa, untuk menerima penguatan kompetensi dan pembaruan pemahaman terkait regulasi dan teknik mediasi terbaru.
Dalam sesi diskusi dan pelatihan teknis, para mediator mendapatkan pembekalan mengenai mekanisme penguatan dalam Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
Adji Lydia Arlini,SH menyampaikan pentingnya pembekalan semacam ini.
“Pelatihan ini sangat berguna karena memberi ruang bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pendekatan mediasi yang tidak hanya legalistik, tetapi juga humanis dan adaptif terhadap kondisi lokal,” jelasnya.
Dimana tantangan hubungan industrial saat ini semakin kompleks.
“Butuh strategi komunikasi yang lebih baik, dan pelatihan ini sangat membantu kami untuk lebih siap menyelesaikan perselisihan yang mungkin terjadi di daerah,” katanya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ke depan para mediator, termasuk dari Kab.Berau, dapat lebih cepat dan tepat dalam menangani potensi konflik ketenagakerjaan agar tercapai tujuan utama penyelesaian perselisihan hubungan industrial yaitu untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan serta menghindari konflik berkepanjangan dan memastikan hak serta kepentingan semua pihak terpenuhi.[ Red ]














