Motoris Bantah Tuduhan Lepas Tanggung Jawab pada Penyeberangan Kaniungan

Biduk Biduk – Beberapa hari terakhir, media sosial di Kabupaten Berau diramaikan oleh unggahan salah satu akun yang menyoroti pelayanan penyeberangan menuju Pulau Kaniungan. Dalam postingan tersebut, seorang motoris kapal disebut-sebut lepas tanggung jawab bahkan terkesan “menghilang” saat penumpang menunggu penjemputan.

Menanggapi hal tersebut, pengurus Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) selaku pengelola jasa penyeberangan segera meminta klarifikasi langsung kepada .
Rasdin, motoris yang dimaksud dalam postingan tersebut.

Dalam keterangannya, Rasdin menjelaskan bahwa pada H+1 (22 Maret 2026) Idul Fitri sekitar pukul 15.00 WITA, dirinya mengantar rombongan penumpang ke Pulau Kaniungan. Berdasarkan data manifes, jumlah penumpang tercatat sebanyak 12 orang, ditambah dua anak yang masih digendong sehingga total penumpang yang diantar berjumlah 14 orang.

Ia menuturkan, saat keberangkatan telah disepakati bahwa penjemputan akan dilakukan keesokan harinya sekitar pukul 13.00 WITA.

“Pada besok harinya, mendekati waktu penjemputan, salah satu penumpang mengirim pesan melalui WhatsApp untuk dijemput. Saya jawab tunggu saja karena saya sudah dekat,” ujar Rasdin, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga :  Federasi HUKATAN Desak Presiden Segera Tetapkan dan Naikkan Upah Minimum 2026

Saat kapal bersandar di dermaga Pulau Kaniungan, Rasdin menyebut lima orang penumpang turun, termasuk satu bayi yang masih digendong. Ia kemudian menanyakan keberadaan penumpang lainnya.

“Saya tanya mana temannya yang lain. Dijawab biar saja dia tinggal, biar dia urus sendiri kapal pulang, biar dia bayar sendiri kapal pulang. Katanya sudah dipanggil dari tadi tapi tidak mau pulang,” jelasnya.

Menurut Rasdin, informasi yang beredar di media sosial bahwa dirinya tidak menjemput sejak pagi tidaklah benar. Ia mengaku sejak pagi sudah beberapa kali mondar-mandir di jalur tersebut.

“Tidak benar kalau dibilang dari pagi minta dijemput tapi tidak saya jemput. Dari pagi saya sudah mondar-mandir. Bohong itu,” tegasnya.
Rasdin juga menjelaskan bahwa penumpang yang memegang manifes sempat menghubunginya melalui panggilan telepon biasa. Namun ia tidak dapat membalas panggilan tersebut karena tidak memiliki pulsa reguler untuk melakukan panggilan balik.

“Kalau dia hubungi lewat WhatsApp pasti bisa saya balas. Bahkan pernah sekali saya angkat dan saya bilang tunggu saja karena saya sudah dekat,” tambahnya.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah Makin Parah Di Jalan Lama Poros Sambaliung - Bangun

Ia juga sempat mendapat informasi dari rekannya bahwa masih ada penumpang yang tertinggal. Rasdin mengaku langsung kembali menuju lokasi untuk menjemput, namun saat tiba di sana penumpang yang dimaksud sudah diantar pulang oleh perahu lain.

“Waktu saya sampai dan tanya siapa yang tinggal, dijawab sudah dibawa pulang oleh perahu lain. Jadi saya kembali lagi,” jelasnya.

Rasdin menduga rombongan penumpang tersebut sebenarnya terdiri dari dua kelompok berbeda yang bergabung dalam satu perjalanan untuk menghemat biaya, namun tidak kompak saat waktu penjemputan tiba.

Hal senada juga disampaikan oleh pengurus BUMK selaku pengelola penyeberangan. Menurutnya, jika penumpang juga menghubungi pihak loket, kemungkinan penjemputan masih bisa diupayakan meskipun sebagian rombongan sudah lebih dulu kembali.

“Seandainya mereka juga menelpon ke loket, hal ini bisa diupayakan. Mungkin hal ini tidak mereka lakukan karena mereka sendiri tidak sesuai dengan jadwal kesepakatan waktu penjemputan,” ujar salah satu pengurus BUMK.

Baca Juga :  Ormas Islam Menggugat, Siap AKSI DEMONSTRASI untuk Tutup THM ALCAPONE & KTV Berau

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Teluk Sulaiman menyayangkan unggahan di media sosial yang dinilai terlalu tendensius dan menggunakan caption yang kurang bijak.

Ia menilai, seharusnya pihak yang memposting melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pengelola agar informasi yang disampaikan lebih berimbang.

“Kejadian ini menjadi evaluasi untuk perbaikan pelayanan kapal penyeberangan ke depan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

 

(Ris/adv)