Warga Teluk Sulaiman Keluhkan Krisis Air Bersih, Minta Pemerintah Segera Aktifkan PDAM

INFO TERKINI BERAU, Biduk biduk – Persoalan air bersih kembali menjadi perhatian warga Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. Warga mengeluhkan kondisi kekeringan yang semakin dirasakan akibat kemarau panjang dan belum optimalnya sistem penyediaan air bersih di wilayah tersebut.

Keluhan warga itu tergambar dalam sebuah infografis bertajuk “Suara Warga Teluk Sulaiman: Air Bersih untuk Semua, Bukan Hanya Wacana!”. Dalam materi tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah PDAM yang disebut belum berfungsi sejak dibangun pada 2017. Warga mempertanyakan proyek yang disebut telah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah, namun hingga kini dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, warga juga menyoroti kondisi pompa distribusi atau pompa keong yang mengalami kerusakan. Berdasarkan keterangan yang tercantum dalam infografis, pihak Perumda Batiwakkal disebut telah mengetahui persoalan tersebut dan pompa masih dalam proses perbaikan di Balikpapan.

Baca Juga :  Tim Patroli Gabungan Sisir di Wilayah perairan Teluk Sulaiaman, untuk kelestarian laut.

Proyek Belum Diserah terimakan

Persoalan lainnya berkaitan dengan status fasilitas air bersih. Warga menyebut proyek tahun anggaran 2025 hingga Agustus 2026 belum diserahterimakan untuk dioperasikan.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat masih mengandalkan sumur sebagai sumber air. Namun, kemarau panjang menyebabkan sejumlah sumur mulai mengering.

Dalam infografis tersebut disebutkan, lebih dari 10 rumah masih memanfaatkan sumur dengan kondisi air yang mulai berkurang akibat kemarau. Warga pun harus mencari sumber air dari lokasi lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Distribusi Air Darurat Dinilai Belum Cukup

Upaya pemenuhan kebutuhan air melalui distribusi darurat juga dinilai belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan.

Kendaraan kampung disebut telah digunakan untuk mengangkut air dari sumber terdekat. Namun, keterbatasan distribusi membuat kebutuhan air bersih masyarakat belum seluruhnya terpenuhi.

Baca Juga :  Hadirkan Senyuman, PLN Berikan Listrik Gratis Kepada 49 Masyarakat Pra Sejahtera

Infografis tersebut juga menyebutkan terdapat lebih dari 500 rumah, dengan perkiraan sekitar 50 persen mengalami kondisi darurat air bersih. Angka tersebut menjadi gambaran seriusnya persoalan yang dihadapi masyarakat, meski angka tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pemerintah daerah dan pihak terkait.

Warga Minta Pemerintah Bertindak

Melalui aspirasi yang disampaikan, warga berharap Pemerintah Kabupaten Berau segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Warga meminta agar pengoperasian PDAM dipercepat serta disiapkan solusi darurat untuk mengatasi krisis air bersih selama kemarau panjang.

Mereka juga meminta para wakil rakyat, khususnya yang mewakili masyarakat Dapil Biduk-Biduk, untuk memperjuangkan kebutuhan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

“Sudah bertahun-tahun kami mendengar wacana. Saatnya tindakan nyata untuk warga Teluk Sulaiman,” demikian pesan yang tercantum dalam infografis aspirasi warga.

Baca Juga :  Tanpa Kontribusi Pengelola Wisata, Warga Pulau Kaniungan Tanggung Biaya Kebersihan

Persoalan air bersih di Teluk Sulaiman diharapkan tidak berhenti pada wacana maupun program jangka pendek. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai kapan fasilitas air bersih dapat beroperasi, siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaannya, serta bagaimana solusi pemenuhan air bersih selama kondisi darurat.

Editor : Risno Kijai