DPRD Berau Dorong Perubahan Arah Investasi, Sektor Non-Tambang Dinilai Lebih Prospektif

INFO TERKINI BERAU || BERAU – Kebijakan investasi di Kabupaten Berau mulai diarahkan untuk tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan. DPRD Berau mendorong pemerintah daerah agar memperluas fokus ke sektor-sektor yang lebih berkelanjutan dan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai ketergantungan terhadap investasi di sektor tambang memiliki risiko besar karena sifat sumber daya yang terbatas.

“Ke depan kita tidak bisa terus bergantung pada pertambangan. Harus ada pergeseran ke sektor lain yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, potensi daerah di sektor perkebunan perlu dimaksimalkan melalui pengembangan industri hilir. Komoditas seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao dinilai memiliki peluang besar jika tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah.

Baca Juga :  Sakirman Ajak Warga Berau Kibarkan Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-80

“Kalau ada industri pengolahan, nilai ekonominya akan jauh lebih besar dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menarik investor untuk membangun fasilitas pengolahan di daerah, sehingga rantai ekonomi tidak berhenti di tingkat produksi saja.

Selain itu, sektor pariwisata dinilai menjadi salah satu alternatif investasi yang menjanjikan. Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Berau memiliki peluang untuk berkembang sebagai destinasi unggulan jika dikelola dengan baik.

Baca Juga :  Subroto Minta Seluruh OPD Kompak Dukung Pengembangan Pariwisata Berau

“Pariwisata juga punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya agar menarik bagi investor,” katanya.

Sumadi menambahkan, kondisi daerah yang aman dan kondusif merupakan nilai tambah dalam menarik minat investasi. Namun, hal tersebut perlu didukung dengan kebijakan yang tepat dan perencanaan yang matang.

Melalui DPRD Kabupaten Berau, ia berharap arah pembangunan ekonomi ke depan lebih berfokus pada sektor non-tambang, sehingga sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi lebih beragam dan berkelanjutan.

“Kita ingin ekonomi daerah kuat, tidak bergantung pada satu sektor saja,” tutupnya.

Baca Juga :  Sakirman Dukung Kenaikan Insentif Guru Ngaji, Usulkan Skema CSR di Tengah Tekanan Anggaran

(suc/adv)