INFO TERKINI BERAU || TANJUNG REDEB – Aspirasi para ustaz dan ustazah terkait rencana kenaikan insentif guru ngaji di Kabupaten Berau mendapat perhatian serius dari DPRD. Ketua Fraksi PKS DPRD Berau, Sakirman, menyatakan dukungan penuhnya terhadap peningkatan kesejahteraan para pendidik Al-Qur’an tersebut.
Menurutnya, peran guru ngaji sangat strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Karena itu, permintaan kenaikan insentif dinilai sebagai hal yang wajar dan patut diperjuangkan.
“Mereka mendidik generasi kita menjadi pribadi berakhlakul karimah. Ini pekerjaan mulia, sehingga aspirasi kenaikan insentif sangat layak diperhatikan,” ujarnya.
Namun demikian, Sakirman mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini sedang menghadapi tekanan berat. Ia menyebut adanya pemotongan anggaran lebih dari Rp 1,7 triliun berdampak langsung pada kemampuan belanja daerah, sehingga pemerintah harus berhati-hati dalam menetapkan kebijakan baru yang bersifat penambahan anggaran.
“Kita tentu ingin segera merealisasikan harapan para guru ngaji. Tetapi kondisi keuangan daerah harus menjadi pertimbangan utama. Dampak pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat tidak hanya dirasakan daerah, tetapi juga secara nasional,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Sakirman mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk membangun kolaborasi dengan pihak perusahaan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Ia menilai langkah tersebut sebagai opsi realistis untuk membantu meringankan beban anggaran daerah, sekaligus tetap menjawab harapan para ustaz dan ustazah.
“Sinergi dengan perusahaan melalui program CSR bisa menjadi jalan tengah. Dengan kolaborasi, kita bisa membantu meningkatkan kesejahteraan guru ngaji tanpa terlalu membebani APBD,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini Berau tercatat sebagai daerah dengan pemberian insentif guru ngaji tertinggi di Kalimantan Timur. Meski demikian, peluang kenaikan tetap terbuka apabila kondisi fiskal daerah kembali stabil.
“Mudah-mudahan pada 2027, jika kondisi anggaran membaik, kita bisa upayakan peningkatan insentif. Nanti akan dibahas bersama bupati dan Badan Anggaran (Banggar),” katanya.
Melalui dorongan tersebut, DPRD berharap kesejahteraan guru ngaji tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Sakirman menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi para pendidik Al-Qur’an agar dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan di Bumi Batiwakkal.
(suc/adv)














