Marak Serangan Buaya, DPRD Berau Minta Pemda Bentuk Tim Khusus Penanganan

INFO TERKINI BERAU || TANJUNG REDEB – Meningkatnya kasus serangan buaya di wilayah Kabupaten Berau kembali menuai sorotan. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dan terukur menyusul sejumlah insiden yang meresahkan warga.

Ia mengungkapkan, laporan terkait kemunculan dan serangan buaya terus berdatangan dalam beberapa waktu terakhir. Insiden terbaru terjadi di Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, ketika seorang warga nyaris menjadi korban saat mencuci sepeda motor di halaman rumahnya yang terendam banjir.

“Kejadian seperti ini tidak bisa dianggap biasa. Situasinya sudah membahayakan dan perlu penanganan serius,” ujar Sakirman, jumat (27/02/2026)

Menurutnya, kondisi geografis Berau yang didominasi sungai dan kawasan pesisir memang menjadi habitat alami buaya. Namun, meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar tersebut dinilai perlu diantisipasi secara sistematis agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga :  DPRD Berau Soroti Ketidakakuratan Laporan CSR dan Data Tenaga Kerja Perusahaan

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai perlu ada kajian komprehensif terkait populasi dan sebaran buaya di wilayah rawan. Pemerintah daerah, kata dia, dapat menggandeng instansi terkait untuk melakukan pemetaan titik-titik yang berpotensi terjadi konflik.

“Harus ada data yang jelas. Berapa populasinya, di mana saja titik rawannya. Dari situ baru bisa ditentukan langkah lanjutan, apakah relokasi, penangkaran, atau solusi lainnya,” jelasnya.

Sakirman juga membuka opsi pembentukan lokasi penangkaran sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi jalan tengah antara menjaga kelestarian satwa dilindungi dan menjamin keselamatan masyarakat.

Baca Juga :  Agus Uriansyah Ajak Warga Berau Kibarkan Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-80

Selain penanganan teknis, ia menekankan pentingnya upaya preventif melalui edukasi. Warga yang tinggal di bantaran sungai perlu diberikan pemahaman mengenai aktivitas yang aman dilakukan di sekitar perairan, terutama saat debit air meningkat.

Ia mendorong pemasangan rambu peringatan di kawasan rawan, peningkatan patroli, serta pembentukan sistem pelaporan cepat apabila terjadi kemunculan buaya di permukiman. Koordinasi lintas sektor, baik dengan instansi lingkungan hidup maupun aparat keamanan, dinilai harus segera diperkuat.

“Konflik manusia dan satwa liar ini harus ditangani bersama. Tapi yang paling utama, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Baca Juga :  Perkuat Pembinaan UMKM Kampung di Tengah Tekanan Ekonomi, Gideon Adrian : Perusahaan Lingkar Tambang Wajib Ikut Andil

DPRD Berau berharap pemerintah daerah segera merumuskan langkah konkret agar keresahan warga tidak terus berlanjut, sekaligus memastikan penanganan dilakukan tanpa mengabaikan aspek konservasi.

(suc/adv)