INFO TERKINI BERAU, Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau, Saga, menyoroti keberadaan gedung pelayanan terpadu yang kini telah resmi beroperasi di Kampung Kepulauan Derawan. Meski mengapresiasi fasilitas fisik yang dinilai sudah memadai, ia menegaskan masih banyak aspek yang harus dibenahi dan dioptimalkan agar bangunan megah tersebut tidak menjadi sia-sia.
Saga mengingatkan bahwa kenyamanan fisik bangunan harus berbanding lurus dengan kualitas pelayanan riil yang diterima oleh masyarakat setempat. Untuk itu, ia menyodorkan sejumlah rekomendasi penting kepada pemerintah kampung dan dinas terkait agar keberadaan gedung ini benar-benar membawa dampak serta perubahan yang nyata.
“Gedungnya sudah ada dan representatif, tetapi fungsinya harus benar-benar maksimal. Saya membawa beberapa saran penting agar gedung pelayanan terpadu ini tidak sekadar menjadi kantor administrasi yang kaku,” ujar Saga saat memberikan keterangan kepada media.
Saran pertama yang ditekankan oleh politisi ini adalah urgensi penerapan sistem pelayanan digital atau program ‘smart kampung’. Menurutnya, sistem birokrasi manual sudah harus ditingkatkan ke arah digitalisasi agar proses pengurusan dokumen warga bisa memangkas waktu dan jauh lebih efisien.
Selain digitalisasi sistem, ia memberikan masukan agar aparatur kampung yang bertugas di garda depan segera diberikan pelatihan khusus. Pelatihan yang dimaksud berkaitan dengan standar pelayanan prima ‘service excellence’ guna mengubah pola pikir pelayan publik ke arah yang lebih modern.
Saga menilai, aspek keramahan, responsivitas, dan kecepatan petugas merupakan kunci utama dalam memanfaatkan kemegahan gedung baru tersebut. Tanpa adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), fasilitas fisik yang mewah di dalamnya diyakini tidak akan memberikan pengaruh signifikan.
“Petugas di lapangan harus diberikan pelatihan khusus cara melayani publik secara profesional. Kita ingin masyarakat yang datang ke gedung ini pulang dengan senyuman dan urusan yang selesai tanpa prosedur yang berbelit-belit,” tambah Saga secara lugas.
Rekomendasi ketiga dari Saga menyasar pada penataan fasilitas internal gedung yang harus dibuat lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Ia menyarankan penyediaan sarana khusus seperti jalur landai untuk penyandang disabilitas, ruang menyusui bagi ibu dan anak, serta ruang tunggu yang bersih dan nyaman.
Lebih jauh, ia melihat potensi geografis Derawan yang sangat strategis sehingga menyarankan agar gedung pelayanan terpadu tersebut juga difungsikan sebagai *Tourist Information Center* (Pusat Informasi Wisata). Mengingat Derawan adalah destinasi global, keberadaan pusat informasi di gedung pemerintah dinilai akan sangat membantu para pelancong.
“Pemerintah kampung bisa menaruh satu meja informasi di sana lengkap dengan brosur wisata, peta digital, hingga pemandu lokal yang bersertifikasi, sehingga fungsi gedungnya menjadi multimanfaat bagi warga lokal maupun wisatawan asing,” jelas Saga.
Masukan kelima yang tidak kalah krusial dari pandangannya berkaitan erat dengan manajemen pemeliharaan fisik aset daerah tersebut agar tidak cepat mengalami kerusakan. Saga mengusulkan agar dibuat sistem pengawasan dan perawatan rutin yang ketat, termasuk penyediaan alokasi anggaran berkala agar fasilitas tidak terbengkalai
“Jangan menunggu fasilitasnya rusak parah baru diperbaiki, harus ada petugas khusus yang mengecek kebersihan, AC, toilet, dan fasilitas komputer setiap harinya,” tegasnya mengakhiri pembicaraan.(TIM)














