INFO TERKINI BERAU.COM – Berau – Anggota DPRD Kabupaten Berau sekaligus pengurus Koperasi Sipatuo, Bapak Sakirman, menyampaikan berbagai pandangannya dalam acara penutupan pelatihan pembuatan tas anyaman dan tenun yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Berau.
Dalam sambutannya, Sakirman menekankan pentingnya pelatihan seperti ini sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Ia menyebut bahwa kehadiran pelatih dari Bandung dan Garut merupakan bentuk keseriusan dalam membekali peserta dengan ilmu yang aplikatif dan bernilai jual tinggi.
“Saya sangat mengapresiasi pelatihan ini karena memberikan ruang kepada masyarakat untuk belajar langsung dari para ahli. Kita tidak hanya ingin masyarakat bisa membuat tas, tetapi juga memahami kualitas bahan, teknik menjahit yang rapi, dan penggunaan aksesoris yang tepat,” ungkapnya.
Sakirman juga mengungkapkan bahwa pengembangan produk tas berbahan rotan dan kulit ini memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Ia menyampaikan optimisme bahwa kualitas produk lokal Berau bisa bersaing, bahkan melampaui daerah lain.
“Sedikit banyak saya sudah mulai paham bagaimana kualitas kulit, jenis aksesoris, dan teknik jahit yang bagus itu seperti apa. Jika dibandingkan dengan produk dari Kutai Timur atau Malinau, insyaallah produk kita bisa lebih unggul, apalagi bahan kulit yang kita gunakan kualitas impor,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada sektor kerajinan, Sakirman juga menyoroti berbagai upaya pemberdayaan ekonomi lain yang telah dilakukan, seperti pengelolaan SPBN untuk mendukung para nelayan dan pembinaan UMKM melalui bot-bot café di berbagai titik di Berau.
“Selain produk tas, kita juga punya SPBN untuk membina para nelayan. Kita juga fasilitasi beberapa bot café di lapangan Batiwakkal, Murjani, dan Jenderal Sudirman. Itu semua adalah binaan kita. Harapannya, mereka bisa membuka peluang usaha dan merekrut tenaga kerja,” katanya.
Ia menyadari bahwa pelatihan selama lima hari belum cukup untuk menguasai keterampilan secara menyeluruh. Oleh karena itu, ia mendorong agar kegiatan ini dapat berlanjut secara berkesinambungan.
“Kegiatan ini tidak cukup kalau hanya lima hari. Masih banyak yang harus dipelajari agar hasilnya bisa maksimal. Saya harap ke depan bisa dilanjutkan lagi,” tegas Sakirman.
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh peserta, untuk terus berinovasi dan tidak ragu menyampaikan ide-ide baru dalam pengembangan kerajinan, baik dari kulit maupun bahan lainnya.
“Kalau ada ide-ide baru, kita bisa diskusikan. Tidak hanya dari bahan kulit, bisa juga dari bahan lain. Insyaallah akan kita bantu dan fasilitasi agar bisa dijalankan bersama ke depannya,” pungkasnya.














