INFO TERKINI BERAU || Pembangunan proyek infrastruktur yang hingga kini belum dapat dimanfaatkan masyarakat kembali menuai sorotan. Berdasarkan informasi sementara, proyek tersebut masih menjadi tanggung jawab Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Berau (PUPR).
Proyek yang dianggarkan melalui APBD Tahun 2025 itu sejatinya ditargetkan rampung paling lambat 31 Desember 2025. Dengan demikian, pada awal tahun 2026 masyarakat sudah seharusnya dapat merasakan manfaatnya. Namun hingga saat ini, fasilitas yang dibangun belum juga difungsikan.
Sejumlah pihak menilai kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, anggaran yang telah digelontorkan untuk proyek tersebut disebut mencapai puluhan miliar rupiah dalam beberapa tahun terakhir. Meski dana terus dialokasikan, manfaat nyata dari pembangunan tersebut belum dirasakan masyarakat.
Pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2025 lalu, seluruh anggota DPRD dari wilayah pesisir disebut telah mengingatkan agar proyek yang berjalan bertahun-tahun tanpa hasil itu menjadi perhatian serius. Mereka menyoroti agar pengerjaan tidak kembali berlarut-larut dan benar-benar dapat difungsikan untuk kepentingan publik. Namun hingga kini, proyek tersebut belum juga dapat digunakan dan belum ada penjelasan resmi dari pihak PUPR terkait kendala yang menyebabkan keterlambatan pemanfaatannya.
Bahkan, saat Ketua BPK bersama salah seorang warga Teluk Sulaiman mendatangi lokasi proyek untuk mengonfirmasi keterlambatan pengoperasiannya, mereka tidak menemukan satu pun petugas yang berada di lapangan. Kondisi tersebut semakin memperkuat pertanyaan publik terkait keseriusan pengelolaan dan pengawasan proyek yang telah menyerap anggaran besar tersebut.
Sebelumnya, pejabat dari Dinas PUPR Kabupaten Berau sempat menyampaikan optimisme bahwa dengan anggaran miliaran rupiah yang dialokasikan pada tahun 2025, persoalan air di wilayah tersebut akan teratasi. Pernyataan itu disampaikan dengan keyakinan penuh di hadapan publik. Namun realitas di lapangan dinilai belum sejalan dengan komitmen yang pernah disampaikan.
Masyarakat kini menanti kejelasan dan transparansi dari pihak terkait, sekaligus berharap agar proyek yang telah menyedot anggaran besar itu segera dapat difungsikan sesuai tujuan awalnya, demi memenuhi kebutuhan dasar warga.
(risno)














