INFO TERKINI BERAU || BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, meminta Perusda Bhakti Praja lebih serius mengembangkan sektor pangan sebagai peluang usaha baru daerah. Komoditas jagung dan kakao dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.
Ia menilai, sektor pertanian masih menyimpan peluang besar jika dikelola secara profesional dan berorientasi bisnis. Jagung, misalnya, dianggap mampu menghasilkan nilai ekonomi tinggi dalam waktu relatif singkat.
“Hitung-hitungan sederhana saja, ratusan hektare jagung bisa menghasilkan miliaran rupiah dalam beberapa bulan. Kalau digarap serius dan diperluas, dampaknya tentu sangat besar bagi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, potensi tersebut hanya bisa diwujudkan jika manajemen perusahaan daerah diperkuat. Ia menilai sistem kerja saat ini masih perlu pembagian tugas yang lebih jelas agar pengembangan usaha berjalan efektif.
“Jangan sampai semua keputusan teknis menumpuk di direksi. Harus ada pembidangan yang jelas supaya bisnis bisa berkembang lebih cepat,” katanya.
Selain jagung, Sakirman juga menilai komoditas kakao dan sektor perkebunan lainnya layak dikembangkan sebagai langkah diversifikasi usaha. Ia menyebut, pengembangan sektor ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Kalau usaha pangan ini dijalankan serius, manfaatnya ganda. PAD naik, lapangan kerja juga bertambah,” jelasnya.
Ia menambahkan, Perusda perlu memiliki rencana jangka panjang agar dapat menjadi penggerak ekonomi baru di luar sektor tambang. Ketergantungan pada batubara dan sawit, menurutnya, harus mulai dikurangi secara bertahap.
“Kita perlu menyiapkan sektor alternatif. Jagung dan kakao bisa menjadi tulang punggung ekonomi baru Berau jika dikelola dengan strategi yang tepat,” tutupnya.
(Suc/adv)














