INFO TERKINI BERAU || BERAU – ningkatnya aktivitas jual beli selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi perhatian serius DPRD Berau. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi peredaran uang palsu di tengah ramainya transaksi.
Menurut Sakirman, momen Ramadan selalu identik dengan lonjakan kebutuhan masyarakat. Pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga lapak musiman seperti pasar Ramadan dipadati pembeli yang berburu kebutuhan berbuka puasa dan persiapan Lebaran. Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
“Perputaran uang sangat tinggi di bulan ini. Situasi ramai dan transaksi cepat sering kali membuat orang kurang teliti. Ini yang harus diantisipasi bersama,” ujarnya.
Ia menilai pedagang kecil dan pelaku UMKM menjadi pihak yang paling berisiko terdampak. Dalam situasi ramai, mereka kerap fokus melayani antrean pembeli sehingga pemeriksaan keaslian uang tidak dilakukan secara cermat.
Untuk menghindari kerugian, Sakirman mengingatkan masyarakat agar menerapkan cara sederhana dalam mengenali ciri uang asli, yakni metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang. Cara tersebut dinilai efektif sebagai langkah awal memastikan keaslian uang sebelum diterima dalam transaksi.
Selain itu, ia juga mendorong pedagang, terutama yang menerima pembayaran dalam jumlah besar, untuk mempertimbangkan penggunaan alat pendeteksi uang palsu. Langkah ini dianggap penting guna meminimalkan risiko kerugian.
“Jangan sampai keuntungan yang sudah dihitung justru hilang karena menerima uang palsu. Lebih baik waspada sejak awal,” katanya.
Tak hanya masyarakat dan pelaku usaha, Sakirman juga meminta aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan di titik-titik keramaian. Pasar Ramadan, pusat perbelanjaan, serta lokasi penukaran uang baru dinilai perlu mendapat perhatian khusus selama periode ini.
Ia berharap dengan sinergi antara masyarakat, pedagang, dan aparat keamanan, situasi tetap kondusif hingga perayaan Idulfitri.
“Ramadan dan Lebaran adalah momen yang penuh kebahagiaan. Kita ingin suasana tetap aman dan nyaman tanpa gangguan tindak kejahatan,” tutupnya.
(suc/adv)














