INFO TERKINI BERAU.COM || TANJUNG REDEB || Kunjungan pihak LLDIKTI dan Kemenristekdikti sebagai bentuk evaluasi lapangan dinilai sarat politisasi karena tidak melibatkan pihak Senat yang lain. Ketua Forum Mahasiswa dan Alumni STIPER Berau, Akbar mengatakan terkait evaluasi lapangan yang dilaksanakan oleh Kemenristekdikti dan LLDIKTI sama sekali tidak melibatkan pengurus lainnya baik para wakil Ketua dan Ketua Prodi ataupun Dosen lainnya yg selama ini turut berjibaku membangun kampus STIPER Berau “Sampai saat ini hanya ketua STIPER yang hadir untuk mengikuti evaluasi lapangan yang diadakan di kampus Universitas Muhammadiyah Berau “. Pihak UMB yang katanya kelak menjadi Bapak Asuh baru tidak pernah mengundang kami untuk duduk bersama atau minimal sosialisasi lah. Seperti apa status mahasiswa ketika bergabung atau hal hal lain yg bisa kami dapatkan ketika Merger sudah dilakukan.
Nugroho Suprianto dari Ikatan Alumni STIPER Berau turut memberikan pendapat terkait polemik merger STIPER dan UMB, “Kami dari alumni STIPER yang juga merupakan civitas akademika sangat menyayangkan sikap dan otoriter yang dilakukan ketua STIPER , Kemenristekdikti LLDIKTI Wilayah 11 dan UMB yang dinilai tidak mengindahkan hasil RDP dengan DPRD Berau (16/6) yang lalu, dengan menghasilkan Keputusan/Kesepakatan bersama untuk membentuk tim evaluasi dengan tenggang waktu maksimal 6 bulan dalam mengkaji layak atau tidaknya dilakukan Merger”
Ditempat yang terpisah Wakil Ketua 3 bagian kemahasiswaan Ir. Suryadi Trihastono yang menyayangkan sikap Ardiansyah selaku Ketua STIPER, tidak ada surat tembusan kepengurus Stiper tentang kehadiran tim yang melakukan evaluasi lapangan. “Tentu kami selaku bagian dari senat STIPER merasa kecewa dengan perilaku dari ketua” yang sangat tergesa gesa dan tidak menghargai suara dari Bapak² Wakil Rakyat di DPRD Berau. Kemudian ditambahkannya “Seolah-olah ada yang sengaja ditutup tutupi dan tidak melibatkan kami dalam hal merger dengan UMB”. Kami menilai rencana Merger adalah hanya kepentingan pribadi Ketua Ardiansyah karena tidak ada alasan logis atas opsi Merger yang dilakukan. Stiper merupakan Perguruan Tinggi yg sehat dan sampai detik ini proses belajar mengajar tetap berjalan normal.














