BERAU, INFO TERKINI BERAU – Setelah berjuang nonstop di lapangan, tim gabungan PLN akhirnya berhasil mengoperasikan Emergency Restoration System (ERS) alias tower darurat pada Minggu dini hari (1/11) pukul 01.13 WITA. Berkat tower darurat ini, jalur penyaluran listrik dari arah Kutai Timur menuju Tanjung Redeb yang sempat terputus kini sudah terhubung kembali dengan Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Beroperasinya tower darurat ini jadi sinyal positif dan titik balik penting setelah kelistrikan Berau sempat terganggu. Masalah ini bermula dari robohnya pohon yang menimpa jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) jalur Maloy–Talisayan pada Minggu (25/10) lalu. Nah, lewat tower ERS ini, aliran listrik dialirkan kembali lewat konfigurasi jalur tunggal (single line) demi memperkuat pasokan ke wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya.
Kabar gembira ini tentu membawa angin segar dan harapan baru bagi masyarakat Berau. Soalnya, aliran listrik adalah urat nadi utama yang menopang berbagai aktivitas warga—mulai dari urusan rumah tangga, kegiatan belajar-mengajar di sekolah, pelayanan publik di rumah sakit dan kantor pemerintahan, sampai ke roda perekonomian serta bisnis lokal. Pihak PLN pun terus bergerak cepat agar pasokan listrik bisa makin andal dan stabil secara bertahap.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan mengoperasikan tower darurat adalah buah dari kerja keras, sinergi tangguh, dan komitmen penuh seluruh insan PLN untuk mengembalikan kenyamanan warga Berau.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh tim PLN, jalur transmisi dari arah Kutai Timur menuju Tanjung Redeb kini berhasil kami pulihkan melalui pengoperasian tower darurat. Kami memahami bahwa listrik memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap upaya pemulihan terus kami percepat agar aktivitas warga, pelayanan publik, dan kegiatan perekonomian dapat kembali berjalan dengan lebih baik,” ujar Chaliq.
Menariknya, proses pemulihan transmisi ini ternyata melibatkan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai unit. Mulai dari PLN UIP3B Kalimantan, PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, unit pelaksana teknis di lapangan, hingga para mitra kerja. Sejak gangguan pertama kali terjadi, para petugas bekerja intensif mulai dari mengasesmen kerusakan, menyiapkan infrastruktur, mendirikan tower darurat ERS, sampai tahap pengujian akhir—semuanya dilakukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja.
“Di balik keberhasilan ini, ada dedikasi luar biasa dari para petugas yang terus bekerja di lapangan untuk mempercepat pemulihan. Kami mengapresiasi semangat dan kerja sama seluruh personel yang terlibat. Bagi kami, keberhasilan ini bukan hanya tentang kembali berfungsinya infrastruktur kelistrikan, tetapi juga tentang tanggung jawab PLN untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Chaliq penuh apresiasi.
Meskipun arus listrik di jalur transmisi sudah menyala lagi, PLN tidak lantas santai. Berbagai langkah penguatan pasokan di Berau terus digenjot. Mulai dari mengoptimalkan kinerja pembangkit yang ada, mempercepat perbaikan beberapa pembangkit yang masih pemeliharaan atau gangguan, hingga mengatur skema operasi sistem secara cermat dan terukur agar ketersediaan daya tetap seimbang dengan kebutuhan warga.
“Pulihnya jalur transmisi ini merupakan kemajuan penting, namun upaya kami belum berhenti. Kami bersama seluruh entitas PLN terus mengoptimalkan pasokan dan mempercepat pemulihan pembangkit agar kondisi kelistrikan semakin membaik. Selama proses tersebut berlangsung, pengaturan operasi sistem tetap dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi teknis, ketersediaan daya, dan keselamatan operasi,” tambah Chaliq.
Di sisi lain, Manager PLN UP3 Berau, Erwinton Naibaho, juga menyampaikan bahwa tersambungnya kembali jalur transmisi dari Kutai Timur menjadi penyokong besar bagi kelistrikan di Tanjung Redeb. Tim PLN UP3 Berau terus berkoordinasi intensif dengan unit pengatur sistem agar pembagian listrik bisa maksimal sesuai daya yang tersedia.
“Beroperasinya tower darurat ini memberikan dukungan yang sangat berarti bagi upaya pemulihan kelistrikan Berau. Dengan kembali terhubungnya jalur transmisi ke sistem interkoneksi Kalimantan, kami memiliki dukungan penyaluran pasokan yang lebih baik. Kami terus berupaya mengoptimalkan kondisi tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara bertahap, dengan tetap menjaga kestabilan sistem kelistrikan,” jelas Erwinton.
Tidak hanya fokus pada urusan teknis, Erwinton menegaskan bahwa PLN terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan. PLN juga memastikan keterbukaan informasi kepada publik agar masyarakat bisa langsung memantau perkembangan pemulihan kelistrikan lewat kanal-kanal komunikasi resmi PLN.
“Kami memahami bahwa kondisi kelistrikan dalam beberapa hari terakhir telah memengaruhi kenyamanan dan aktivitas masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya serta terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan. Kami berkomitmen untuk terus bekerja dan mengupayakan pemulihan seoptimal mungkin agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan listrik yang semakin andal,” tambah Erwinton.
Sebagai penutup, PLN menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemda, mitra kerja, instansi terkait, dan seluruh masyarakat Berau atas dukungan serta kesabaran selama masa pemulihan. PLN berjanji akan terus melanjutkan penguatan sistem kelistrikan di Kalimantan hingga pasokan daya benar-benar stabil dan pelayanan listrik bisa dinikmati warga secara optimal tanpa kendala. (Nom)















