Merujuk revintiv, harga batubara pada perdagangan dunia menembus USD 113,85 perton atau melewati 2,5 % persen. Harga ini adalah harga tertinggi sejak 8 Agustus 2025 atau hampir 3 bulan terakhir, kebaikan ini juga memperpanjang trend positif batubara dengan menguat 5,5℅ dalam 3 hari beruntun.
Lonjakan harga batubara didorong oleh prospek permintaan yang menguat, namun sentimen pasar tetap berhati hati karena negara negara pembeli utama di Asia menujukan pelemahan.
china memberi signal akan mempertahankan ketergantungan pada pembangkit listrik batubara untuk beberapa dekade kedepan, dengan target permintaan puncak pada 2030 sekaligus membalikan indikasi sebelumnya mengenai percepatan pengurangan batubara.
Sikap ini sejalan dengan ekonom asia dan Eropa yang juga masih bergantung pada batubara terutama karena pasokan listrik yang volatif serta meningkatnya permintaan energi dari pertumbuhan pusat data.
Harga batubara termal mulut tambang (mine-mounth) di beberapa wilayah utama produsen utama china seperti inner Mongolia, dan shaanxi,kembali menguat seiring peningkatan permintaan musiman dari pembangkit listrik dan sektor pemanas menjelang musim dingin. Lonjakan permintaan restocking oleh PLTU dan kenaikan konsumsi listrik mendorong kenaikan harga di area tambang.
Data sx cool ada permintaan meningkat untuk harga dari Indonesia dan rusia. Sementara penawaran Australia tetap terbatas karena pasar lebih ke premium (gard tinggi)
Kondisi pasokan dari Indonesia untuk November dan Desember diperkirakan lebih ketat akibat hujan dan cuaca buruk yang menganggu hasil produksi dan logistik.Hal ini memberi dukungan pada harga. Trend kenaikan harga mine mount di perkirakan bertahan dalam beberapa bulannkedepan.
Sumber: cnbcIndonesia. Com














