Optimalkan Anggaran Terbatas, Bupati Berau Tekankan Prioritas Pembangunan Berbasis Kebutuhan Rakyat

TANJUNG REDEB – Bupati Berau menekankan pentingnya efisiensi dan ketepatan sasaran dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di tengah kondisi keterbatasan anggaran. Dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten, ia mengingatkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak sekadar menghabiskan anggaran, melainkan fokus pada program yang menjadi solusi nyata atas keluhan masyarakat.

 

Bupati menyoroti bahwa sinkronisasi antara usulan masyarakat melalui reses DPRD dengan program strategis nasional dan provinsi adalah kunci utama pembangunan. Ia meminta agar 17 program prioritas nasional diterjemahkan secara operasional sesuai dengan karakteristik wilayah Kabupaten Berau. Hal ini bertujuan agar agregat pembangunan daerah tidak berjalan secara sektoral, melainkan menjadi bagian integral dari sistem pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Saya mengimbau kepada Kepala OPD terkait untuk dapat lebih jeli dan cermat dalam menentukan program prioritas. Kegiatan yang Bapak/Ibu lakukan bukan sekadar mengeluarkan anggaran, tetapi harus sesuai dengan kebutuhan supaya tidak ada lagi komplain dari masyarakat,” tegas Bupati.

Baca Juga :  Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi Genjot Raperda Minuman beralkohol.

 

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah adalah penanganan stunting secara lintas sektor. Bupati meminta kerja sama yang solid antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Dinas Kesehatan. Ia menekankan agar penanganan stunting dilakukan dengan aksi jemput bola langsung ke lapangan, terutama bagi anak-anak yang menunjukkan gejala awal kekurangan gizi.

 

Selain masalah kesehatan, penguatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif juga menjadi pilar penting dalam rencana pembangunan masa depan. Bupati mendorong pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada agar dikelola secara cerdas menjadi produk unggulan daerah. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah fluktuasi Dana Bagi Hasil (DBH).

 

Terkait infrastruktur, Bupati memberikan catatan khusus mengenai perbaikan akses jalan menuju kawasan pariwisata yang masih menjadi keluhan masyarakat. Ia mencatat adanya lonjakan kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan seperti jembatan penyeberangan yang mencapai lebih dari 92.000 orang. Oleh karena itu, konektivitas jalan yang memadai dianggap sangat vital untuk menunjang kenyamanan pengunjung dan menggerakkan roda ekonomi lokal.

Baca Juga :  DPRD Berau Minta Polemik Ganti Rugi Lahan Gunung Sari Didalami

 

“Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah yang kita belanjakan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat secara luas. Saya minta infrastruktur jalan, terutama yang menuju tempat pariwisata, dimaksimalkan pengerjaannya karena ini menyangkut kenyamanan pemakai jalan dan citra daerah,” imbuh Bupati.

 

Dalam hal pelayanan publik, Bupati mengingatkan bahwa seluruh jajaran pemerintahan adalah pelayan masyarakat, di mana rakyat adalah “raja” yang aspirasinya harus didengar. Ia mendorong transformasi pelayanan berbasis digital agar lebih transparan dan responsif terhadap aduan warga. Orientasi kekuasaan harus sepenuhnya diubah menjadi orientasi pelayanan yang tulus untuk menindaklanjuti harapan-harapan masyarakat Berau.

 

Penyusunan RKPD 2027 ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan dana mandatori pendidikan serta meningkatkan kualitas belanja daerah yang berfokus pada capaian kinerja maksimal. Bupati menekankan bahwa penguatan inovasi daerah dan penyelarasan usulan aspirasi akan memberikan hubungan positif terhadap prioritas provinsi Kalimantan Timur. Hal ini termasuk mendukung program strategis seperti pembangunan rumah sakit dan fasilitas publik lainnya yang terintegrasi.

Baca Juga :  Perda Miras Kebohongan Administratif

 

Sebagai penutup, Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjaga konsistensi kebijakan dan memastikan program yang direncanakan tepat sasaran. Ia berharap Musrenbang ini menghasilkan dokumen perencanaan yang rasional, terukur, dan berbasis kebutuhan prioritas masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat, Kabupaten Berau optimis dapat mewujudkan kesejahteraan sosial dan keadilan bagi seluruh warganya.

 

(Bim/*)